Macam-macam Gangguan Psikologi pada Wanita

Macam-macam Gangguan Psikologi pada Wanita. Banyak hal yang menyebabkan gangguan psikologi pada wanita. Misalnya, tekanan pekerjaan, kehidupan rumah tangga, status yang berubah menjadi ibu baru, perubahan hormonal, hingga pertambahan usia. Semua faktor tersebut dapat dialami oleh wanita. Namun, beberapa peneliti menyebutkan wanita yang mempunyai tingkat humor yang tinggi relatif tidak mudah terkena masalah psikologis.

Sama seperti masalah kesehatan fisik, gangguan psikologis pada wanita harus diatasi sejak dini. Sebelum mengatasinya, Anda perlu mengetahui bantuk gangguan psikologis yang rentan menjangkiti para wanita. Ada empat jenis gangguan psikologis yang sangat sering dialami oleh para wanita. Gangguan tersebut meliputi stres pasca persalinan, kelelahan akut, depresi, stres, dan bad mood akibat Premenstrual syndrome (PMS). Berikut gangguan psikologi yang sering dialami wanita.

Macam-macam Gangguan Psikologi pada Wanita


Baby Blues

Baby blues merupakan salah satu bentuk stres pasca persalinan yang dialami 80% wanita setelah bersalin. Keadaan ini menimbulkan perasaan sedih dan tidak menentu. Baby blues dapat berlangsung dalam jangka yag lama atau singkat. Beberapa ibu mengalaminya hanya dua hari dan sebagian ibu lagi membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk terlepas dari baby blues.

Depresi Postpartun 

Depresi Postpartun merupakan keadaan yang lebih buruk dari baby blues. Sekitar 10% ibu yang baru melahirkan mengalami hal ini. Gejalanya hampir serupa dengan baby blues. Bedanya, gejala lebih sering muncul dan lebih parah.

Untuk membedakan antara baby blues dan distres Postpartun, dapat dilihat dari kemamp2uan ibu untuk beristirahat. Jika ibu mampu beristirahat pada saat bayinya diasuh orang lain berarti ibu hanya mengalami baby blues. Namun, jika ibu masih kesulitan untuk tidar atau beristirahat meskipun bayi ditangani orang lain berarti ibu mengalami distres Postpartun. Kesulitan beristirahat timbul karena ibu mengalami ansietas. Ansietas merupakan perasaan mudah bingung, panik, takut menyakiti bayinya, dan tidak jarang merasa akan menjadi gila.

Psychosis Postpartun

Psychosis Postpartun merupakan gangguan psikis pasca persalinan yang lebih parah. Gejala yang tampak, yaitu ibi mengalami halusinasi, berpikir tentang bunuh diri, atau mencoba untuk membahayakan bayinya. Ibu yang mengalami keadaan ini tidak bisa dibiarkan sendiri bersama bayinya. Segala hal yang membahayakan nyawa dan bayinya dapat terjadi kapan saja.

Kelelahan akut

Gejala yang sering muncul pada masalah kelelahan akut, yaitu menurunnya konsentrasi, mudah lupa, mudah tersinggung, sakit kepala tanpa sebab, mual atau ingin muntah, selera makan menurun, sulit tidur, dan sulit mengeluarkan ide. Gejala-gejala ini dapat muncul sendiri-sendiri atau bersamaan. Namun pada kondisi yang sudah parah, semua gejala dapat timbul serentak, jika tidak diatasi segera, dapat mengarah pada depresi.

Stres

Stres dapat terjadi karena berbagai hal. Faktor eksternal yang mungkin menimbulkan stres, seperti pekerjaan, tekanan dari lingkungan, menghadapi kabar yang sangat menyedihkan atau menggembirakan, tanggung jawab yang terlalu besar, dan pergaulan yang kurang menyenangkan. Faktor internal yang mungkin menyebabkan stres, yaitu rasa tidak percaya diri yang berlebihan, merasa tidak punya kemampuan untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya ingin dilakukannya, atau merasa gagal.

Para ahli berpendapat wanita lebih banyak mengalami stres lebih buruk ketimbang pria dikarttenakan wanita lebih mengedapankann perasaanya daripada pikiran dalam menghadapi suatu masalah. Stres merupakan gangguan psikologi yang tidak terlalu berat, hampir setiap wanita pernah mengalaminya. Untuk mengatasinya, Anda hanya perlu mengatasi gejala awal yang muncul akibat stres. Gejala stres yang paling awal, yaitu kesulitan mengontrol emosi.

Depresi

Sebenarnya depresi merupakan kondisi lanjutan dari stres yang tidak tertangani. Biasanya, wanita yang mengalami depresi membutuhkan terapi profesional. Hal ini dikarenakan keadaan yang lebih parah dapat menimbulkan gangguan kejiwaan yang lebih serius, seperti kegilaan, perasaan ingin bunuh diri, atau berusaha untuk menyakiti diri sendiri.

Premenstrual syndrome (PMS)

Pernahkah Anda tiba-tiba merasa sangat sensitif, ingin menangis, atau ingin marah tanpa alasan yang jelas? Coba periksa kalender, mungkin tiga atau dua hari kedepan Anda akan memasuki siklus menstruasi yang sering disebut Premenstrual syndrome (PMS).

Selain menimbulkan gangguan kesehatan, PMS kerap menimbulkan gangguan psikologi pada sebagiam wanita. Belum ada penelitian yang jelas mengenai penyebab hal ini. Para ahli setuju, gangguan hormonal menjelang menstruasi dianggap sebagia pemicunya. Gangguan ini menimbulkan gejolak emosi yang tidak menyenangkan sehingga seorang wanita menjadi lebih sensitif, mudah marah, tidak mood, merasa sangat lelah, dan pada kasus yang cukup serius ditemukan seorang wanita yang mencoba bunuh diri.

Disqus Comments