Macam-macam Masalah Menstruasi

Macam-macam Masalah Menstruasi. Menstruasi adalah perdarahan secara periodik dan terjadi menurut siklusnya dari rahim yang menggambarkan rangsangan hormonal pada endometrium karena tidak terjadi kehamilan. Menstruasi menggambarkan kedewasaan biologik seorang wanita dan lama siklus darah menstruasi yang normal sekitar 3-7 hari setiap 25-32 hari, atau setiap bulannya.


Beberapa wanita mengalami masa sulit saat menstruasi seperti lemas, nyeri (dismenorea) karena saluran rahim yang masih sempit, hal ini bersifat normal, namun bisa saja rasa nyeri tersebut karena endometriosis. Untuk memastikannya, periksa ke dokter spesialis. Berikut masalah Menstruasi pada wanita secara umum.


Macam-macam Masalah Menstruasi 


Hipomenorea

Hipomenorea adalah pendarahan menstruasi yang lebih pendek dan lebih sedikit dari biasanya. Keadaan ini dapat dikarenakan gangguan dirahim, adanya gangguan endokrin, dan gangguan lain alat reproduksi. Sejumlah wanita menganggap Hipomenorea menandakan ketidak suburannya. Anggapan ini tidak benar, kesuburan atau fertilitas sama sekali tidak berhubungan dengan banyak atau sedikitnya darah menstruasi. Oleh karena itu Anda tidak perlu khawatir jika mengalami kondisi seperti ini.

Hipermenorea 

Wanita yang mengalami Hipermenorea sering mengeluhkan perdarahan menstruasi yang lebih banyak dan lebih lama atau lebih dari delapan hari. Gangguan ini dapat dikarenakan berbagai hal yang menggangu kondisi uterus atau rahim, misalnya adanya mioma di rahim atau gangguan pelepasan endometrium (selaput lendir rahim) pada waktu menstruasi.

Hipermenorea dapat dialami oles setiap wanita yang sudah mengalami menstruasi. Pada beberapa wanita yang mempunyai riwayat mioma di rahim dalam keluarganya, kemungkinan semakin besar, masalah ini juga dapat dikarenakan pemakaian alat kontrsepsi seperti IUD.

Polimenorea 

Siklus mestruasi yang tidak normal, lebih pendek dari biasanya, atau kurang dari 21 hari disebut Polimenorea. Gangguan menstruasi ini dikarenakan masalah ovulasi atau pembuahan.
Jika  gangguan ini terjadi dalam waktu yang lama dan siklus menstruasi tidak segera normal maka perlu dibutuhkan pertolongan dokter. Deteksi dini dapat mempermudah penanganan Polimenorea. Sebaliknya, jika tidak segera diatasi maka seorang wanita mungkin akan mengalami kesulitan hamil dan mengalami gangguan yang lebih serius.

Oligomenoera 

Oligomenorea merupakan kebalikan polimenorea. Siklus menstruasi wanita yang mengalami masalah Oligomenorea menjadi lebih panjang atau lebih dari 35 hari. Umumnya, jumlah darah pada saat menstruasinya-pun berkurang atau lebih sedikit dari keadaan normal. Meskipun sering membuat wanita cemas dan khawatir, biasanya keadaan ini tidak mengganggu kesehatan wanita. Bahkan, fertilitasnya-pun cukup baik. Siklus menstruasi biasanya juga berovulasi seperti biasa.


Amenorea 

Amenorea terbagi menjadi dua jenis, yaitu Amenorea primer dan Amenorea sekunder. Tanda Amenorea primer, yaitu tidak datangnya menstruasi pada wanita yang telah menginjak usia 18 tahun. Amenorea sekunder terjadi jika seorang wanita pernah mengalami menstruasi, kemudian tidak pernah mengalami menstruasi lagi.

Gangguan Amenorea primer lebih sulit diketahui penyebabnya. Namun, para ahli berpendapat keadaan ini dapat dikarenakan masalah genetik (keturunan) dan kelainan kongenital (bawaan). Penyebab wanita mengalami masalah Amenorea sekunder sangat beragam. Penyebab tersebut meliputi gangguan gizi, metabolisme, tumor, atau infeksi di organ reproduksi. Untuk mengatasi kondisi ini, umumnya dokter akan memperbaiki kondisi kesehatan seorang wanita secara kesekuruhan.

Amenorea atau tidak datangnya menstruasi juga dapat dialami oleh remaja putri yang memasuki masa pubertas, ibu hamil yang baru melahirkan dan sedang menyusui, atau wanita yang sudah memasuki masa menopause. Kondisi ini disebut Amenorea fisiologik yang terjadi karena perubahan hormon dan umumnya tidak membutuhkan pengobatan.


Kriptomenorea

Umumnya kondisi ini jarang terjadi. Kriptomenorea adalah suatu keadaan dengan tanda menstruasi tidak tampak perdarahan atau perdarahan tidak terjadi. Padahal siklus mestruasi berjalan normal. Penyebabnya adalah jalan keluarnya menstruasi terhalang sehingga darah menstruasi sulit keluar. Hal tersebut sering dikarenakan ginatresia himenalis atau lebih dikenal dengan selaput dara yang menutupi seluruh liang mis V dan penutupan kanalis servikalis (saluran rahim yang tertutup).

Disqus Comments