Keputihan, Gejala, serta Cara Pencegahannya

Keputihan, Gejala, serta Cara Pencegahannya. Hampir sebagian besar wanita pernah mengalami keputihan. Dalam istilah kedokteran disebut fluor albus atau lekorea. Paling tidak seorang wanita pernah mengalami sekali seumur hidup. Namun, sering keputihan menjadi satu gejala premenstrual syndrome. Oleh karena itu, sedikit sekali wanita yang berusaha untuk mengobati keputihan. Padahal, keputihan adalah gangguan kesehatan yang perlu segera diobati dan dicari penyebabnya.
Keputihan dapat muncul sebagai gejala paling awal dari kanker serviks, tetapi dapat juga hanya bagian dari perubahan hormon akibat siklus menstruasi atau kehamilan. Keputihan yang normal terlihat bening, tidak berbau, dan biasanya muncul beberapa saat sesudah menstruasi. Selain itu, dapat terjadi pada masa ovulasi, yaitu 12-14 hari setelah menstruasi.


Keputihan, Gejala, serta Cara Pencegahannya


Umumnya, keputihan yang tidak normal keluar secara berlebihan dari yang ringan sampai yang berat. Gejalanya, seperti keluar cairan kental, berbau busuk yang tidak biasa, dan berwarna kuning sampai kehijauan. Pada kasus yang sudah parah, dapat disertai rasa panas dan gatal disekitar miss v.
Pada miss v wanita dewasa terdapat bakteri baik yang disebut dengan basil doderlin. Dalam keadaan normal, jumlah basil ini cukup dominandan membuat lingkungan miss v bersifat asam sehingga miss v mempunyai daya proteksi yang cukup kuat. Selain itu, miss v juga mengeluarkan sejumlah cairan yang berfungsi untuk melindungi dari infeksi.
Cairan miss v yang normal biasanya bersih, sedikit keruh, tidak berbau, dan tidak disertai rasa gatal atau terbakar disekitar miss v. Sering, cairan ini muncul jika wanita terangsang. Cairan ini tidak perlu dikhawatirkan dan biasanya akan segera kembali normal.
Keputihan tidak normal dapat terjadi karena jamur, bakteri, atau parasit. Biasanya, infeksi jamur berasal dari golongan candida atau monilia. Infeksi juga dapat terjadi akibat adanya perubahan hormon, perubahan gula darah, atau rendahnya daya tahan tubuh. Biasanya, penyebab infeksi dari golongan bakteri adalah hemofilus va-ginalis. Infeksi yang dikarenakan parasit sering berasal dari golongan trikomonas.
Keputihan abnormal juga dapat dikarenakan berbagai keadaan, seperti luka, penyakit keganasan (Misalnya tumor), benda asing akibat pemakaian tampon atau spiral, dan penyakit menular seksual (misalnya gonore atau raja singa). Jika penyakit keputihan tidak tuntas pengobatannya, infeksi dapat merembet ke rongga rahim, ke saluran telur, kemudian ke indung telur, dan akhirnya kedalam rongga panggul. Tidak jarang, wanita yang menderita keputihan kronik (bertahun-tahun) menjadi mandul.
Pengobatan keputihan yang patalogis sangat penting. Utamanya untuk mencegah terjadinya komplikasi. Biasanya, dokter memberikan obat antibiotik yang sesuai dengan penyebabnya. Obat yang diberikan dapat berupa obat yang harus dimasukan kedalam miss v, diminum, atau kombinasi keduanya.

Cara mencegah keputihan

Keputihan dapat Anda cegah. Berikut beberapa cara untuk mencegah keputihan.
  • Jaga organ intim agar tidak lembab setelah buang air kecil atau buang air besar. Bilas miss v sampai bersih, kemudian keringkan sebelum memakai celana dalam.
  • Saat membersihkan miss v, bilas dari arah depan ke belakang. Hal ini untuk menghindari terbawanya kuman-kuman dari anus ke miss v.
  • Hindari pemakaian celana dalam yang ketat.
  • Saat menstruasi, ganti pembalut beberapa kali dalam sehari.
  • Jika diperlukan, gunakan cairan pembersih miss v.

Disqus Comments