3 Kanker Reproduksi Paling Berbahaya pada Wanita

3 Kanker Reproduksi Paling Berbahaya pada Wanita. Kanker merupakan penyakit yang menakutkan semua orang, termasuk wanita. Apalagi, organ reproduksi wanita adalah bagian tubuh yang paling sering terkena kanker. Deteksi dini menjadi cara yang paling efektif untuk menyembuhkan kanker. Sejumlah penelitian menyebutkan kanker yang pengobatannya pada stadium awal dapat sembuh total.

Untuk mewaspadainya lebih cepat, Anda perlu informasi yang memadai tentang gejala awal pada setiap jenis kanker khas wanita. Ada tiga jenis kanker yang sering terjadi pada wanita, yaitu kanker serviks (leher rahim), kanker indung telur (ovarium), dan kanker endometrium (badan rahim).

Baca juga !
Macam-macam masalah menstruasi
Macam-macam ganggua payudara



3 Kanker Reproduksi pada Wanita

Kanker Serviks (leher rahim)

Selama dua dekade terakhir, kanker leher rahim masih menduduki urutan pertama diantara kanker yang terjadi pada wanita Indonesia. Kanker ini mulai ditemukan pada wanita usia 25-34 tahun dan puncaknya pada usia 45-54 tahun. Kanker leher rahim secara umum dapat diklarifikasikan menjadi dua, yaitu preinvasif dan invasif. Kanker preinvasif adalah jenis kanker leher yang belum menyebar sehingga kemungkinan sembuhnya hampir mencapai 100% jika pengobatannya sejak dini. Jenis invasif merupakan kanker leher rahim yang sudah menyebar keseluruh bagian leher rahim dan lebih sulit disembuhkan.

Penyebab kanker leher rahim belum diketahui secara pasti, tetapi diduga sekitar 95% dikarenakan virus Human Papilloma Virus (HPV), Virus ini dapat menular melalui hubungan sek-sual. Selain itu ada beberapa faktor risiko yang menjadi pemicu terjadinya kanker leher ahim (serviks). Faktor-faktor tersebut meliputi berhubungan sek-sual di usia muda (kurang dari 20 tahun), berganti-ganti pasangan sek-sual, kehamilan berulangkali (sering melahirkan), infeksi virus (virus herves simpleks dan virus papiloma), dan kurangnya kebersihan alat genital sehingga sering mengalami infeksi.

Kanker Indung Telur (ovarium)

Kanker indung telur sering sulit terdeteksi. Bahkan, sekitar 3/4 wanita yang menderita kanker ovarium terdiagnosis setelah kondisinya parah. Pemeriksaan dini untuk mengetahui seorang wanita menderita kanker ovarium tidak semudah semudah deteksi kanker leher rahim.

Gejala kanker ovarium hampir sama dengan penyakit gangguan rahim sehingga banyak wanita yang tidak curiga. Gejala yang muncul berupa perut terasa begah, kembung, dan tidak nyaman. Sayangnya, semua gejala tersebut tidak spesifik sehingga sulit terdeteksi. Kecuali, jika sudah tahap lanjutan dengan gejala perut membesar, terasa ada benjolan didalam perut, nyeri panggul, serta ganggua buang air besar atau kecil akibat penekanan pada saluran pencernaan dan saluran kencing.

Kanker Endometrium

Kanker endometrium tidak sepopuler kanker leher rahim. Kanker jenis ini dapat diderita oleh semua wanita yang sudah mengalami menstruasi. Kanker endometrium terjadi karena adanya penebalan dinding endometrium secara berlebihan. Kanker ini dapat mengakibatkan gangguan serius pada organ disekitarnya.
Gejala kanker endometrium berupa perdarahan, terutama pada pasca menopause di luar menstruasi.

Namun, Anda perlu waspada jika darah menstruasi keluar secara berlebihan dalam waktu lama. Perdarahan diluar menstruasi yang terlalu lama dan berulang dapat menunjukan adanya penebalan dinding endometrium yang tidak wajar.

Syukurlah kanker jenis ini lebih sering ditemukan pada stadium dini, gejala yang mudah terlihat membuat setiap wanita merasa perlu untuk memeriksakan keadaannya ke dokter kandungan. Untuk mengetahui keadaan endometrium, biasanya dilakukan pemeriksaan USG (ultrasonografi). Selanjutnya dilakukan kuretase untuk mengetahui kanker atau bukan.
Pengobatan untuk kanker endometrium dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu operasi dan kemoterapi. Namun, semuanya sangat tergantung stadium yang akan ditentukan selanjutnya.

Disqus Comments